Alternate Universe DelShel

Ashel yang masih di meja makan kemudian mempercepat makannya. Mamanya yang melihatnya sedikit heran.


"Anak Mama makanya jangan cepet-cepet nanti keselek"


Ujar mamanya menasehati, sekian detik kemudian.


Uhukk uhukk


Benar saja perkataan mamanya menjadi kenyataan, Ashel tersedak oleh makanannya sendiri.


Segera dia meminum air ada dihadapannya.


"KAN BARU MAMA BILANG KALAU MAKAN TUH PELAN PELAN KAYA MAU DIAMBIL AJA"


"Ma aku gak ada waktu dengerin ceramah mama aku berangkat dulu ya"


Ashel menyalami kedua tangan mamanya, bodo amat dengan omongan mamanya kemudian memakai sepatunya dan segera mengambil motornya di garasi.


"Ashel ini susunya belum diminum"


Teriak mamanya yang tidak dihiraukan ashel, dia mengegas motornya kencang meninggalkan rumahnya. Dan tanpa disadari dia lupa membawa helm.


"Ah sial pake lupa segala, tapi dahlah daripada balik lagi kelamaan nanti bisa bisa gue dimarahin Bu guru tergalak di sekolah"


Batin Ashel yang terus melajukan motornya, hingga sampailah dia di lampu merah.


Pritt 


Seorang polwan meniup peluitnya lalu menyuruh nya minggir, mau gak mau akhirnya dia menurut minggir.


"Selamat siang, maaf mengganggu perjalanan mbaknya boleh liat surat suratnya"


Ucap Bu polwan dengan ramah namun tetap terlihat tegas. Meminta ashel menujukan surat surat.


Namun sialnya ashel yang terburu-buru sehingga dia lupa membawa SIM, STNK dan bahkan dompetnya serta uang jajannya.


Yang hanya dia bawa adalah kartu pelajarnya saja. Itu pun karna gak sengaja kemarin dia disuruh foto kopi trus kartunya cuma ditaruh di tasnya.


"Maaf Bu polwan saya lupa gak bawa"


Ashel menggaruk kepalanya padahal tak gatal semua sekali. Dan kemudian tersenyum tipis.


Reva Fidela atau Bu polwan yang melihatnya pun sampe dibuat salting oleh tingkahnya.


"Ya ampun ni anak manis bgt, gimana bisa gue tilang kalau kek gini"


"Tahan Reva, kamu harus profesional"


Reva yang mencoba menutupi saltingnya, dia kemudian mengambil surat tilang.


"Mbak kalo begitu sesuai ketentuan motor ini akan saya tahan dan mbak bisa mengambilnya di kantor ini surat tilangnya"


Ashel mendengarnya dibuat panik, karna kalo motornya ditahan bagaimana bisa dia ke sekolah tepat waktu dan gimana dia bilang ke mamanya?


Bisa bisa dia dimarahin habis habisan. Ashel yang bingung kemudian mencari ide bagaimana dia bisa lolos dari polwan yang didepannya tapi tanpa dia dikejar-kejar.


Ahaaa...


Akhirnya sebuah ide gila muncul dari dalam otak nya. Ide yang sangat teramat gila.


"Maaf Bu polwan saya gak punya waktu, saya jalan dulu ya"


Setelahnya berucap begitu, sebuah kecupan manis mendarat ke bibir seorang Reva Fidela. Reva membeku dia benar benar tak bisa berkata-kata.


Ashel pun menggunakan kesempatan itu untuk kabur meskipun dia masih menyesal dengan apa yang baru dia lakukan.


Tapi mau gak mau ini jalan terakhir agar dia selamat dari omelan guru serta sang mama.

Komentar

Postingan Populer