Alternate Universe Greshan
Akhirnya setelah 10 kemudian menunggu, Zee keluar dengan seseorang. siapakah dia?
"Gracia!"
Fokusnya ke arah seseorang disamping zee, yah dia adalah Shania Gracia, sahabatnya serta patnernya di JKT48.
Namun entah kenapa seminggu ini Shani jarang melihatnya, setelah dia bertanya ke staff dan member lain kebanyakan mengatakan bahwa dia sedang sakit dan izin cuti selama 2 minggu.
Sebenarnya Shani punya niatan untuk menjenguk namun padatnya jadwal teater membuatnya tak sempat.
"Hai Shani!!"
Suara lembut yang amat dikenalnya itu membuyarkan lamunannya, dia mendongak dari kaca jendela melihat Gracia bersama Zee tengah berdiri di luar mobil.
"Eh kamu Gre"
Jawab Shani, tak menyangka dia bisa bertemu Gracia disini
"Ci shani bukaan dong, panas nih diluar"
Rengek Zee manja, nerbener nih anak satu merusak suasana aja.
"Oh iya bentar"
Sahut shani langsung menekan tombol kunci pintu, keduanya langsung masuk ke dalam, Zee di belakang dan tanpa diduga Gracia malah duduk didepan bersebelahan dengannya.
Mobil pun kembali melaju, Shani sepanjang jalan tersenyum ke arah Gracia ada rasa bahagia setelah sekian lama tak bertemu, sebenarnya gak lama sih cuma seminggu tapi menurutnya ini cukup lama.
"Shani, apa kabar?"
Gracia memulai percakapan untuk pertama kalinya.
"Baik gre, kalau kamu gimana? Oh ya katanya kamu sakit ya? Maaf aku gak bisa jenguk, soalnya sibuk banget di teater"
Cerocos Shani, tanpa jeda sedikit pun yang langsung membuat Gracia tersenyum tipis.
"Kok kamu malah senyum?"
Tanya Shani keheranan, padahal dia sedang bertanya bukan melucu kenapa malah dia dikasih seyuman yang begitu manis.
"Ya ampun Gracia aku gak kuat ini terlalu manis"
"Gak kamu lucu bgt, padahal cuma seminggu loh gak keliatan, tapi kok kayanya kamu kangen bgt sama aku"
Shani tersipu malu mendengar jawaban Gracia, pipinya benar benar merah.
Segera dia berbalik arah ke depan menghindar dari muka Gracia.
"Ya ampun Shani, apaan sih kamu! bikin malu aja" Shani mengumam menyalakan dirinya yang begitu bodoh.
Bisa-bisanya Gracia tau kalo dia sedang kangen padanya.
"Xixixi Shani shani kamu lucu bgt sih"
Tawanya sungguh membuat Shani bertambah malu.
"SHANI AWAS!!"
Teriak Gracia saat melihat tiba-tiba ada orang yang sedang berdiri di tengah jalan.
Shittt!!
Mobil mengerem dengan sempurna, meskipun yang didalam mobil mengalami hentakan tapi untungnya mereka semua mengenakan safety belt.
"Shani kamu gak papa?"
"Gak papa kok gre"
Shani melihat ke belakang ternyata Zee sedang tertidur dengan lelap.
"Gre biar aku aja yang turun untuk memastikan"
"Aku ikut"
"Ga usah gre kamu.."
Ucapan Shani segera dipotong oleh Gracia
"Gak pokoknya aku mau ikut"
"Ya udah ayo"
Shani akhirnya mengalah, dia tau tak akan bisa menang kalo berdebat dengan Gracia.
Baru saja mereka turun, entah darimana tiba tiba Shani ditodong dengan pisau oleh seseorang dari belakang.
"Jangan macam-macam serahkan semua barang berharga kalian, kalau tidak wanita ini akan aku bunuh"
Orang itu mengancam, seraya mengayun-ayunkan pisaunya ke arah leher Shani.
"Oke saya akan memberikan semuanya, tapi tolong jangan sakiti dia"
Gracia dengan wajah memelas memohon untuk tidak menyakiti sahabatnya itu.
Segera dia mengambil barang-barang berharganya. Menyerahkan semuanya kepada orang itu yang sepertinya merupakan seorang begal.
Mata sang begal berbinar saat melihat barang barang yang diberikan Gracia, hingga tanpa sadar membuatnya tak fokus.
Shani pun mengambil kesempatan ini, dengan saat kuat dia menggigit tangan begalnya setelah itu lalu lari.
Sang begal yang marah pun mengejar, dan saat sudah dekat lalu mengarahkan pisaunya ke arah Shani.
Jlepp..
Pisau itu menusuk sangat dalam, namun yang membuat Shani kaget adalah pisau itu tak mengenai diri melaikan Gracia.
Demi melindungi dirinya, Gracia rela mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Setelahnya Gracia tersungkur jatuh, sedangkan begal itu lari membawa semua barang berharga milik mereka.
darah segar mulai mengucur dengan derasnya dari perut Gracia.
"Gracia kenapa kamu melakukan semua ini"
Dengan bercucuran air mata Shani meminta penjelasan dari Gracia.
"Gapapa aku senang kamu baik-baik saja"
"Ma-af jika a-ku selama pu-nya salah s-ama kamu, se-la-mat ting-gal Sh-ani"
Setelah berkata begitu Gracia menghembuskan napas terakhir dipangkuan Shani.
"GRACIA, TIDAK!!"
Shani berteriak histeris namun seketika dia terdiam, bayangan kembali tentang mimpi yang selalu menghantuinya.
Dimana mimpi itu sama persis seperti kejadian yang baru dia alami ini.
Shani sungguh menyesal kenapa dia malah lupa dengan mimpinya sebelum pergi? Andai saja dia ingat mimpi itu mungkin semua ini tak terjadi.
Shani menangis sesegukan menyesali tindakannya. Namun penyesalan memang selalu datang terlambat, semuanya sia sia karna ini telah terjadi.
Komentar
Posting Komentar