Demonstrasi antara menyuarakan aspirasi atau hanya sekedar untuk update instastory?

Masa demonstrasi sedang melakukan orasi di depan Gedung DPR (foto akun twitter @TheUrbanStream_)


Hanyacrtn - Aksi demo telah dilaksanakan kemarin Senin (11/4/2022) di sekitar Istana Merdeka dan Gedung DPR oleh ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).


Dari laporan terkait ada 18 kampus mengikuti demo tersebut antara lain Onsoed, UNJ, Undip, UNS, UNY, PNJ, IT-PLN, STIE SEBI, STIE Dharma Agung, STIS Al Wafa, IAI Tazkia, AKA Bogor, UNRI, Unand, Unram, PPNP, SSG dan STIEPER.


Meskipun begitu mereka sudah memberikan surat pemberitahuan aksi ke kepolisian.


Dalam aksi yang digelar itu, BEM SI selaku insiasi menyampaikan enam tuntutan yang harus dijawab Presiden Joko Widodo dengan tenggat maksimal dua pekan. 


Namun yang menjadi sorotan disini adalah ketika ada sebagian mahasiswa yang membawa poster yang nyeleneh dan kurang etis.


Hal ini menuai kecaman publik, alih-alih menyampaikan aspirasi secara kritis dan beretika, segelintir mahasiswi ini justru menuliskan kalimat yang "cringe" atau dinilai menjijikkan dalam spanduknya.


Tak pelak tindakan mereka menjadi sorotan di berbagai sosial media salah satunya Twitter.


Sebuah akun mengunggah tindakan mahasiswa yang tenang mengangkat spanduk bertuliskan "Lebih Baik Bercinta 3 Ronde daripada Harus 3 Periode" ada pula foto tiga mahasiswa yang spanduk bertuliskan “Daripada BBM Naik, Mending Ayang yang Naik”.


Tak sampai disitu seorang mahasiswi lainnya juga tertangkap kamera sedang membawa poster bertuliskan “Harga Minyak Kaya Harga Michat”.


Akun tersebut pun turut menuliskan kritikan tajam mengenai aksi segelintir mahasiswi itu.


"Untuk kawan-kawan mahasiswa yuk lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi, fokus dengan tujuan kita hari ini tunjukkan kepada masyatakat bahwa kita kaum intelektual dan bukan caper belaka" tulis akun @collegemenfess


Tangkapan layar akun @collagemanfess


"yang turun demo jangan mencoreng nama pendemo yang lain kaya gini ya" tulis akun Twitter @tubirfess


Tangkapan layar akun @tubirfess


Berbagai warganet turut mengecam aksi sejumlah demonstran yang asal dalam menyampaikan aspirasinya. Padahal, banyak mahasiswa yang benar-benar berjuang menyampaikan aspirasi rakyat ke pemerintah.


“Sebenernya yang gak nyambung-nyambung kek gini tuh udah biasa sama kek demo-demo sebelumnya. Cuman kalo udah berbau 18+ kek gitu jatuhnya jadi cringe banget, mana ukhty pula,” cuit seorang warganet.


“Sorry to say, gue sebagai mahasiswa malah malu sih. Mau viral gini amat, ini mah demonya ditunggangi kepentingan pribadi buat viral,” komentar warganet.


Banyak warganet menganggap beberapa demonstran hanya cuma sekedar ikut-ikutan aksi, tanpa memikirkan substansi aspirasi yang disampaikan.


“Gue ngeliatnya udah kek bukan mau demonstrasi. Bukan menyampaikan aspirasi, tapi bener udah caper aja ngikut, marah kalau harga minyak naik, BBM naik, tapi isi demonstrasinya ngikut-ngikut doang, asal bawa kertas dengan tulisan cibiran udah bener,” sindir warganet.


Namun meskipun begitu ada pula yang tak mempermasalahkan ulah nyeleneh para demonstran.


“Why so serious? Biarin aja lah mereka yang capek-capek demo, kok kalian yang ngatur-ngatur,” ucap seorang warganet lain.


Selain itu ada juga komedian Kenal Palevi yang juga ikut berkomentar


"Kalau dari kalian ada yang berniat ikut demo, please yang begini-begini jangan ditiru ya. Malu-maluin diri sendiri dan almamater :(


Kenapa sih selalu ada penyusup di antara yang demo? :(


Pokoknya sampai ada yang bikin video tiktok joget-joget di tengah demo awas aja" tulis kemal di akun pribadinya.


 
Tangkapan layar akun Ahmad Kemal Palevi @kemalpalevi


Meski demikian, tapi mayoritas mahasiswa kebanyakan membawa spanduk kritikan yang berisi kekesalan terhadap pemerintahan Jokowi. Mereka menilai rezim saat ini tak peduli dengan kesusahan masyarakat.


Seperti di antaranya “Pejabat Haha Hihi, Rakyat Menderita”, “Masa Jabatan itu Bukan Sembako yang Terus Naik” hingga “Stabilkan Indeks Demokrasi”.


  
Para massa tengah berkumpul menyuarakan aspirasi mereka (foto @Dutauthis2)


Aksi demo berakhir setelah sempat terjadi kerusuhan, yang akhirnya polisi menyemprotkan gas air mata ke arah demonstran yang membuat mereka mundur dan setelahnya membubarkan diri.

Komentar

Postingan Populer